Selasa, 22 November 2011

Parasitoid


Bioteknologi
Yang dipakai untuk memarasit larva hama memerlukan sex ratio betina dari parasitiod
Contoh parasitoid dari Liriomyza :
1.       Mengubah sex ratio
2.       Mengubah lama hidup
3.       Kemampuan menghasilkan keturunan
4.       Spesifikasi mangsa : diharapkan tidak terlalu spesifik atau mampu mengendalikan beberapa mangsa
5.       Kemampuan untuk terbang
Memperbaiki kualitas dari bombyx mori ditingkatkan kualitasnya/ menghasilkan sutra yang lebih baik, tahan terhadap penyakit dan lebah diharapkan menghasilkan madu dan tingkat polinasi yang spesifik dan tingkat agresif dalam mengganggu manusia di turunkan.
Kesimpulan :
Harus memehami tentang fisiologi, biologi, ekologi dan prilaku serangga target.
Sejauh mana serangga transgenik bisa diaplikasi dalam PHT
Jenis dan teknik transfar gen harus tepat
Evaluasi di laboratorium
Harus bisa diperbanyak secara massal
Evaluasi dirumah kaca dan di lapangan.
Kendala :
1.       Vektornya masih sangat langka untuk dipahami
2.       Kriteria kemampuan yang selektif belum banyak diketahui
3.       Modifikasi genetik
4.       Kurangnya pengetahuan dasar genetika serangga.

Tahapan : pemilihan gen target, transfer gen, seleksi serangga transgenik.

Tugas : Patogen serangga???

Senin, 19 September 2011

Laporan KKN Nagari Aur Malintang Utara



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Profil Nagari
Nagari Aur Malintang Utara merupakan nagari yang terletak di Kecamatan III Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman dengan kondisi wilayah yang berbatasan dengan Kec. Lubuk Basung Kab Agam di sebelah Utara dan Batu Basa di sebelah Selatan. Letak daerah yang strategis, sangat memadai bagi mahasiswa KKN untuk mengangkatkan beberapa buah program untuk lebih meningkatkan dan menggali potensi daerah yang ada.
Semula sistem pemerintahan yang ada berbentuk sistem korong dan diganti menjadi sistem pemerintahan Nagari dengan adanya pemekaran daerah yang menjadikan desa Padang Laring menjadi Nagari. Dengan digantinya sistem pemerintahan tersebut, maka keterlibatan masyarakat seperti Niniak Mamak, Alim ulama, Cadiak Pandai, dll lebih diharapkan dalam setiap pelaksanaan program yang diangkatkan di Nagari Aur Malintang Utara. Dalam sebuah pemerintahan Nagari, biasanya dipimpin oleh seorang Wali Nagari yang membawahi korong yang ada di nagari ini. Ada 6 korong di Nagari Aur Malintang Utara, yaitu :
a.       Korong Padang Laring Timur
b.      Korong Padang Laring Barat
c.       Korong Padang Laring Tengah
d.      Korong Kampung Dalam
e.       Korong Lubuk Kumbuk
f.       Korong Siguhung
Diantara ke 6 korong di atas, korong Padang Laring Timur merupakan korong yang memiliki luas wilayah terbesar. Hal ini dikarenakan, letak daerah ini merupakan pusat kepala Korong sebelum diresmikan sebagai nagari dalam beberapa tempat di Aur Malintang Utara. Dalam pengertian kalau ditelusuri daerah korong lain yang ada, maka akan ditemukan daerah Korong Padang Laring Tangah di tempat itu. Sedangkan untuk pusat pemerintahnnya, berada di Korong Padang Laring Tangah.
Masyarakat Nagari Aur Malintang Utara sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong. Hal ini terbukti dengan adanya bantuan yang diberikan oleh masyarakat ketika mahasiswa KKN menjalankan program yang telah disepakati bersama. Sistem koordinasi yang baik antara Wali Nagari dengan aparat pemerintahan di korong-korong serta mahasiswa KKN lebih mempermudah proses pelaksanaan perogram KKN yang telah disusun bersama.
Umumnya masyarakat Nagari Aur Malintang Utara bermata pencaharian sebagai petani jagung, perkebunana kelapa, dan kakao. Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, ini disebabkan susahnya pengairan untuk persawahan dimana hidrologinya adalah irigasi berpengairan teknis, sedangkan suhu rata-rata 27-30oC, 2000-3000 mm/CH. Hasil dari pertanian, perkebunan tersebut dijual di pasar Pariaman dan di luar kota. Melihat kondisi wilayah, sosial-ekonomi, perpolitikan yang ada di Nagari Aur Malintang Utara ini, maka mahasiswa KKN menyatakan Nagari ini sedang berkembang.

BAB II
RUMUSAN MASALAH
1.2.Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang terdapat dalam Nagari yang dapat diangkatkan menjadi program-program oleh mahasiswa KKN adalah
1.2.1.      Pelatihan MOS dan Pemberian motivasi balajar anak SMP
Murid baru SMP N.3 IV koto Aur Malintang belum begitu aktif berkoordinasi dan saling mengenal antar senior-junior sehingga diperlukan Perkenalan antara senior-junior jugan  rendahnya minat sekolah sehingga diberikan pengarahan dan motivasi belajar bagi murid baru SMP N.3 IV Koto Aur Malintang Utara.

1.2.2.      Gotong-royong masjid Darun Nasyihin dan Musholla Nurul Iman dan Ampalu Jaya.
Masyarakat Nagari Aur Malintang Utara mempunyai minat gotong-royong               yang tinggi tetapi masih harus di gerakkan.
1.2.3.      Mengadakan acara Semarak Ramadhan dalam bentuk Pawai Khatam Qur’an, perlombaan Tahfidzul Qur’an Ayat Pendek antar ibu-ibu wirid yasin se-Nagari Aur Malintang Utara.
Setiap korong memang memiliki Wirid Yasin masing-masing, tapi yang menjadi kendala/masalah di sini adalah kurangnya peminat ibu-ibu sekarang untuk belajar keagamaan terutama pembacaan ayat suci Alquran. Sehingga tata cara bacanya masih turun temurun.

1.2.4.      Mengadakan lomba Volly Putri, untuk mempererat hubungan antar korong se-Nagari Aur Malintang Utara
Masyarakat Nagari Aur Malintang Utara khususnya untuk para putri sangat memiliki bakat olahraga volly yang bisa menjadi bibit bagi atlet tingkat daerah bahkan tingkat nasional. Apalagi dilihat banyak bibit atlet yang ada di Nagari Aur Malintang Utara sangat aktif dalam olahraga ini. Oleh sebab itu sangat disayangkan jika bakat tersebut tidak tersalurkan.

1.2.5.      Kerja sama dengan Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) mengoptimalan hasil kakao dengan teknik pemeliharaan yang baik; Pemangkasan, Pengendalian Hama dan Penyakit dan Pembuatan Sarang Semut

Masyarakat Nagari Aur Malintang Utara  khususnya Kelompok Tani Kakao memiliki lahan pertanian Kakao yang sangat besar yang sangat berpotensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, namun akibat kurangnya pengetahuan dalam merawat tanaman Kakao membuat para petani cenderung meninggalkan tanaman tersebut dan hanya mengambil buah kakao tanpa memeliharanya.
1.2.6.      Pemetaan Ekonomi Masyarakat Nagari Aur Malintang utara
Dari semua  hal-hal yang telah kami lihat dan musyawarah bersama warga, ditemukan beberapa masalah yang perlu diatasi. Adapun masalah masalah tersebut akan dibahas satu persatu :
  • Data Kependudukan yang kurang lengkap dan akurat pasca pemekaran wilayah Aur Malintang Utara
Akibat pemekaran wilayah pada tahun 2010 lalu, Nagari Aur Malintang Utara diresmikan sebagai salah satu Nagari yang ada di kecamatan Aur Malintang. Dokumen – dokumen kependudukan yang semula berada di Nagari induk terpecah sehingga Nagari yang baru terbentuk yaitu Aur Malintang Utara belum memiliki data penduduk yang lengkap serta banyaknya masyarakat di nagari ini yang pergi merantau. Sehubungan dengan itu maka data penduduk menjadi kurang akurat, maka diperlukan data-data yang berhubungan dengan nagari ini pasca pemekaran wiilayah. Data ini digunakan untuk pemilihan Wali Nagari dan menganalisis apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam usaha untuk memajukan taraf hidup dan kemajuan nagarinya serta untuk mengetahui perkembangan masyarakat di Nagari Aur Malintang Utara.
·         Munculnya sikap apatis pada masyarakat pasca gempa

Kondisi masyarakat nagari Lareh Nan Panjang ternyata bukan hanya mengalami perubahan dari segi bangunannya yang mengalami kerusakan akibat gempa, namun ternyata mengalami perubahan dari sikap kepeduliannya, sehingga muncullah sikap apatis dari masyarakat.

·         Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan
Dilihat dari rekap data sensus maka dapat diketahui bahwa banyaknya warga desa yang putus sekolah, terlebih lagi banyak dari anak-anak yang tamat SMP tidak menyambung ke SMA dengan berbagai alasan seperti dana yang tidak mencukupi dan karena keinginan sendiri.
Fungsi utama dari pemerintahan nagari adalah sebagai tempat berjalannya administrasi pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Sistem administrasi pemerintahan nagari yang selama ini berjalan baik mengalami kendala akibat bencana gempa pada tanggal 30 September lalu, sehingga semua data – data kependudukan mengalami kerusakan. Hal ini tentunya sangatlah mempengaruhi kinerja aparatur pemerintahan nagari, serta juga berdampak pada pelayanan yang diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu sangat dibutuhkan pendataan ulang penduduk nagari Aur Malintang Utara 2011.

BAB III
  PROGRAM KEGIATAN KKN PPM
1.3.Program Kegiatan KKN-PPM
Mahasiswa KKN bersama dengan aparat pemerintahan Nagari  menyusun program kegiatan di Nagari Aur Malintang Utara yang telah dilaksankan adalah :
  1. Pelatihan MOS dan pemberian motivasi belajar Kepada Anak SMP
  2. Gotong-royong masjid Darun  Nasyihin dan Musholla Nurul Iman dan Ampalu Jaya
  3. Mengadakan acara Semarak Ramadhan dalam bentuk Pawai Khatam Qur’an, perlombaan Tahfidzul Qur’an Ayat Pendek antar ibu-ibu wirid yasin se-Nagari Aur Malintang Utara,
  4. Mengadakan lomba Volly Putri, untuk mempererat hubungan antar korong se-Nagari Aur Malintang Utara,
  5. Kerja sama dengan Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) mengoptimalan hasil kakao dengan teknik pemeliharaan yang baik; Pemangkasan, Pengendalian Hama dan Penyakit dan Pembuatan Sarang Semut,
  6. Pemetaan Ekonomi Masyarakat Nagari Aur Malintang utara

BAB IV
KESIMPULAN

1.4.Kesimpulan
1.4.1.      Pelatihan MOS dan pemberian motivasi belajar Kepada Anak SMP

Berdasarkan masalah diatas maka mahasiswa KKN-PPM UNAND bekerja sama dengan guru-guru SMP N.3 IV Koto Aur Malintang Utara melakukan pelatihan MOS dan memberikan motivasi kepada SMP N.3 IV Koto Aur Malintang Utara.

1.4.2.      Gotong-royong masjid Darun  Nasyihin dan Musholla Nurul Iman dan Ampalu Jaya

Berdasarkan masalah diatas maka mahasiswa KKN-PPM dibantu aparatur nagari dan warga melakukan gotong royong yang digerakkan oleh mahasiswa KKN.

1.4.3.      Mengadakan acara Semarak Ramadhan dalam bentuk Pawai Khatam Qur’an, perlombaan Tahfidzul Qur’an Ayat Pendek antar ibu-ibu wirid yasin se-Nagari Aur Malintang Utara

Mengingat permasalahan yang ada, maka terfikirkan suatu kegiatan perlombaan keagamaan yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut. Bekerja sama dengan ibu ketua wirid yasin se-Nagari Aur Malintang Utara maka pawai khatam Qur’an dan Lomba ayat pendek telah terlaksana.

1.4.4.      Mengadakan lomba Volly Putri, untuk mempererat hubungan antar korong se-Nagari Aur Malintang Utara

Dengan berbagai masalah yang ada sebagaimana telah disebutkan di atas, maka pemecahan masalahnya dengan mengadakan suatu kegiatan yang dapat memupuk silaturrahmi, yaitunya kegiatan keolahragaan. Dalam kesempatan kali ini di adakannya pertandingan Volly Putri.

1.4.5.      Kerja sama dengan Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) mengoptimalan hasil kakao dengan teknik pemeliharaan yang baik; Pemangkasan, Pengendalian Hama dan Penyakit dan Pembuatan Sarang Semut

Pemecahan masalah yang telah disebutkan di atas adalah dengan mengadakan kegiatan penyuluhan terhadap warga untuk memelihara tanaman kakao dengan teknik pemangkasan dan pengendalian yang baik.

1.4.6.      Pemetaan Ekonomi Masyarakat Nagari Aur Malintang utara
Berdasarkan dari rumusan masalah yang digambarkan di atas, maka mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unand Aur Malintang Utara akan membantu dalam hal pendataan ulang kependudukan nagari.
Selain mahasiswa KKN Unand Aur Malintang Utara , pendataan kependudukan ini juga akan sangat dibantu oleh aparatur pemerintahan nagari, pemuda, serta masyarakat nagari Lareh Nan Panjang, sebab salah satu tujuan dari pelaksanaan KKN adalah untuk pemberdayaan masyarakat. Jadi segala perbaikan yang dilakukan di nagari bukan hanya dijalankan oleh mahasiswa KKN yang bertugas sebagai fasilitator, akan tetapi perbaikan ini juga atas bantuan masyarakat itu sendiri.
1.5.Tujuan Program
1.5.1.      Pelatihan MOS dan pemberian motivasi belajar Kepada Anak SMP
Adapun tujuan dari pelaksanaan program KKN Unand di nagari Aur Malintang Utara ini adalah meningkatkan keinginan siswa untuuk lebih giat belajar dan termotivasi untuk melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi.
1.5.2.      Gotong-royong masjid Darun  Nasyihin dan Musholla Nurul Iman dan Ampalu Jaya
a.       Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat
b.      Membentuk sikap cinta lingkungan
c.       Membentuk tali silatirahmi dengan terciptanya rasa kebersamaan
d.      Meningkatkan rasa saling memiliki dan saling menjaga
e.       Meningkatkan keinginan untuk giat beribadah
1.5.3.      Semarak Ramadhan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merubah kondisi anak-anak tersebut, yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa. Dan menghilangkan sifat malasnya dan termotivasi untuk lebih rajin dan semangat belajar kegiatan keagamaan. Sehingga mampu kembali melahirkan kembali ulama-ulama besar dan  melatih jiwa orang tua untuk menyemangati anak-anaknya.
1.5.4.      Pertandingan Volly putri antar Korong
Adapun yang menjadi tujuan Program ini adalah sebagai berikut :
a.      Menghidupkan kembali ajang olah raga volly di Nagari Aur Malintang Utara yang terabaikan pasca gempa 30 September 2009 .
b.      Memberikan pengetahuan bagi pemuda nagari pada umumnya pemuda khususnya dalam menyusun dan mengatur kepanitian yang baik.
c.       Memberikan hiburan bagi masyarakat Nagari Aur Malintang Utara.

1.5.5.      Pemetaan Perekonomian Masyarakat
Adapun tujuan dari pelaksanaan program KKN Unand di nagari Lareh Nan Panjang ini adalah memperbaiki sistem administrasi pemerintahan nagari yang efektif dan efisien. Dalam hal ini juga termasuk pemberdayaan peran aparatur nagari dan masyarakat nagari untuk kemajuan nagari.
Selain itu, tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk menggambarkan kegiatan Mahasiswa KKN di Nagari Lareh Nan Panjang dalam mendata ulang tingkat perekonomian masyarakat Nagari Lareh Nan Panjang, dimana kegiatan ini disusun dan dilaksanakan dengan dukungan dari Wali Nagari dan Wali Korong beserta pemuda-pemudi dan masyarakat setempat. Selain itu sebagai syarat pelaksanaan KKN yang diselenggarakan oleh Universitas, pelaksanaan KKN di Nagari Lareh Nan Panjang juga untuk membantu  perkembangan nagari tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung.


Metode Penelitian

kalau orang banyak melaksanakan penelitian dengan teknik RAL, RAK dan Regresi dan lain-lain... kaLw metode penelitian Aq-pun ingin bahagia walau taK bersm dya, ad gak y??? Hahaha pasti lutcu kan harus ada pengulangan.a????xixixi

Rabu, 06 Juli 2011

b. PENGOLAHAN DENGAN ALAT SEDERHANA  KAPUK
Pengolahan dengan alat sederhana ini tidak akan mendapatkan kapuk yang berkualits ekspo, tapi hanya untuk keperluan dalam negeri atau dijual local saja. Sejak pertangahan tahun 1969 dimana kapuk tidak dimonopoli lagi oleh PT kapuk Indonesia dan tidak dapat mengekspor kapuk lagi keluar negri, pengolahan sederhana ini banyak sekali bermunculan yang diusahan oleh bangsa pribumi. Terutama daerah kabupaten Kendal, kabupaten Jepara, dan Kabupaten Pati dimana didaerah-daerah ini memang banyak sekali tanaman kapuk randu. Yang diusahakan rakyat sebagai hasil sampingan atau perkebunan kecil-kecilan.
Sebagai sarana pengolahan kapuk dengan cara sederhana, juga masih membutuhkan lantai jemuran, penampungan kapuk odolan dan penampungan kapuk setengah halus.
Untuk lebih jelas maka dibawah ini gambar lantai jemuran pengolahan kapuk secara sederhana:






Hasil dari kapuk ini biasanya di press atau ball seperti yang digiling memekai molen/mesin dan pembungkusnya juga tidak terdiri dari tikar gelanse, tapi dimasukkan dalam karung plastic yang besar atau karung plastic disambung-sambung sampai enam sampai delapan lembar.
Kapuk yang dibungkus semacam ini diberi nama kapuk ball gajah, produsen kapuk ball gajah kebanyakan dari kabupaten Tayu, Pati, Bang Sri, Keling/kelet, Besokor,Beligpung dan lain-lain.
Perawatan kapuk randu dilakukan untuk mengurangi gulma serta benalu Loranthus spp yang sering ditemui menyerang kapuk randu. Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan. Hama yang banyak ditemui adalah Penggerek buah Mudaria variabilis dan penggerek batang Alcides leew







CARA MENANAM DAN MENGOLAH KAPUK RANDU
Oleh
NUR’AINUN ( 0810211023 )
ENDANG DWIKI NINGRUM ( 0810211030 )
RIAN SURYANA ( 0810212168 )




FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2011


HUBUNGAN PERUBAHAN BENTUK EKOSISTIM DENGAN DEGREDASI LAHAN DAN LINGKUNGAN


                                         
NUR’AINUN
0810211023

ABSTRAK
Ekosistim merupakan suatu tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas dan produktivitas lingkungan hidup. Ekosistim memiliki fungsi ekologis, ekonomis dan sosial dalam pembangunan di daerah Batu Busuak, Padang, Sumatera Barat. Meskipun demikian kondisi alami hutan yang ada di daerah tersebut sudah tersentuh oleh masyarakat, dengan pengurangan luas hutan yang akan semakin cepat menimbulkan kerusakan. Meskipun masyarakat melakukan rehabilitasi dengan penanaman tanaman yang bisa dikomersilkan tetapi laju pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan laju kerusakannya. Kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak maka kaedah konservasi masih sangat sulit dilakukan. Kondisi ini perlu mendapat perhatian agar  timbul kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait pentingnya ekosistim hutan dalam mendukung kehidupan perekonomian. Ekosistim hutan di Batu Busuk masih cukup bagus dengan ditemuinya beranekaragam vegetasi yang terdapat disana tetapi perlu pengelolaan yang dapat menjadi pemicu untuk meminimalkan degradasi lahan dan dampaknya terhadap lingkungan.

Kata kunci : Ekosistem, Batu Busuk, Degredasi lahan, Lingkungan.






I.                   PENDAHULUAN

Kehidupan yang ada di muka bumi ini sebenarnya merupakan satu sistem ekologis. Sebagai suatu sistem, semua komponen penyusunnya seperti manusia, hewan, tumbuhan dan lingkungan akan saling memengaruhi komponen yang lainnya. Yang dimaksud sistem ekologis adalah berfungsinya perpindahan energi dan daur biogeokimia pada suatu ekosistem. Berpindahnya energi disertai dengan perpindahan zat dari air, tanah, dan udara ke organisme, lalu kembali ke air, tanah dan udara lagi. Lingkungan yang dapat menjamin kelangsungan sistem ekologi tersebut dinamakan lingkungan yang seimbang. Keseimbangan lingkungan yang dimaksud dapat terjadi jika faktor biotik dalam rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan berada dalam komposisi seimbang. Kondisi lingkungan semacam itu yang akan menjamin terbentuknya ekosistem yang sehat.

Seluruh kegiatan manusia selalu berdampak terhadap lingkungan, tetapi dampak tersebut bisa positif dan negatif tergantung pola yang kegiatan yang dilakukan dan pengetahuan tentang kondisi lingkungan. Komposisi atsmosfir, tanah, siklus hara melalui udara dan air serta aset ekologi lainnya merupakan bagian penting dalam mendukung kehidupan yang harus dipertahankan dan erat kaitannya dengan ekosistem. Ekosistem menyediakan jasa yang begitu besar terhaadap kehidupan manusia, walaupun manusia itu telah memiliki kebudayaan dan IPTEK yang tinggi.
Memahami mengenai trade-off baik lintas sektoral maupun lintas stakeholders dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan lingkungan. Sejarah membuktikan bahwa permasalahan yang terkait dengan ekosistem selalu didekati topik demi topik dan amat jarang dipergunakan tujuan yang multisektoral. Pendekatan ini ternyata tak dapat bertahan lama. Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu, misalnya meningkatkan produksi pangan, seringkali merugikan kepentingan lain, misalnya melestarikan keanekaragaman hayati atau meningkatkan kualitas air. melengkapi penilaian sektoral dengan menambahkan informasi mengenai dampak terhadap pilihan kebijakan, dalam lintas sektor dan lintas stakeholders. Menentukan pilihan pada tingkatan tata pemerintahan yang paling efektif. Pengelolaan yang efektif terhadap ekosistem akan memerlukan tindakan (action) pada semua skala, mulai dari skala lokal hingga ke skala global (Joseph Alcamo, 2005).

Kegiatan manusia sekarang secara langsung ataupun tak disengaja akan mempengaruhi semua ekosistem di dunia. Tindakan yang diperlukan untuk mengelola ekosistem merupakan serangkaian kegiatan yang dapat diterima manusia untuk memodifikasi ekosistem, baik secara langsung maupun tak langsung. Pilihan-pilihan untuk pengelolaan dan kebijakan, serta kepedulian para stakeholder ternyata sangat berbeda pada semua skala. Kawasan prioritas untuk konservasi keanekaragaman hayati pada suatu negara yang ditentukan berdasarkan atas kepentingan “global”, misalnya, akan sangat berbeda dibandingkan dengan kawasan yang ditentukan berdasarkan kepentingan untuk masyarakat lokal. Penilaian multi-skala yang dikembangkan oleh MA merupakan pendekatan yang baru untuk menganalisa pilihan kebijakan pada berbagai skala dari masyarakat lokal hingga ke konvensi internasional  (Joseph Alcamo, 2005).

Kondisi hutan alam tidaklah statis, bahkan di dalam hutan alam yang telah mencapai klimaks pun, kondisinya dinamis (Kanowski et al., 2009). Kerusakan hutan akan berpengaruh terhadap beberapa hal antara lain kekhawatiran akan bertambah parahnya bencana alam kekeringan, banjir dan tanah longsor. Kondisi ekosistem hutan yang sudah terdegradasi serta mengalami deforestasi perlu segera dipulihkan dilakukan upaya pemulihan sehingga kawasan hutan dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.


Beberapa upaya pemulihan yang sudah dilaksanakan di Batu Busuk ini berdasarkan informasi yang diperoleh adalah adanya upaya mennjadikan kawasan hutan tersebut  menjadi hutan wisata yang diharapkan dapat mengalihkan pengolahan hutan dan menjadikannya bisnis pariwisata dengan mempromosikan keindahan alam dan nuansa alami. Mengubah pola pikir masyarakat terhadap kepedulian lingkungan bukan hal yang mudah karena lokasi hutan tersebut merupakan penghasil rupiah yang dapat menentukan keberlanjutan kehidupan masyarakat disekitar wilayah tersebut. Adanya periotas pemerintah terhadap kondisi perekonomian masyarakat dapat mewujudkan kawasan tersebut dimanfaatkan sebagai penghasil oksigen di daerah Batu Busuk khususnya dan Sumatera Barat umumnya.

Menyadari bahwa kegiatan manusia dan pembangunan ekonomi telah menyebabkan perubahan bentuk ekosistem, sementara dilain pihak pengelolaan ekosistem yang baik akan dapat mengentaskan kemiskinan dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Maka praktikum ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang mungkin akibat perubahan bentuk ekosistem dengan degredasi lahan dan lingkungan.













I.                   BAHAN DAN METODA

A.    Waktu dan Tempat
            Praktikum Ekologi Tanah dan Tanaman ini dilaksanakan pada tanggal   18 juni 2011 di Batu Busuk, Padang, Sumatera Barat.

B.     Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam peraktikum ini adalah lahan yang sudah digarap oleh masyarakat dilokasi Batu Basuk. Sedangkan Alat yang digunakan adalah alat tulis dan alat dokumentasi.

C.     Metoda
Metoda yang dilakukan adalah metoda survey diikuti dengan wawancara dengan Bapak pendamping, beserta dosen.















II.       HASIL DAN PEMBAHASAN
 
A.    Hasil
Berdasarkan pengamatan dilapangan diperoleh hasil bahwa terjadinya perubahan ekosistem telah menyebabkan degredasi lahan dan berpengaruh terhadap lingkungan tempat tinggal manusia. Tingkat degredasi ini dapat diukur dengan membandingkan dua daerah yang memiliki kondisi ekosistem yang berbeda. Di Batu Busuk ini tingkat degredasi lahan semakin meningkat dengan pengolahan pertanian secara intensif dan masih terdapat keanekaragaman vegetasi tinggi dibandingkan Kebun Percobaan Universitas Andalas.

B.     Pembahasan
Hasil yang diperoleh menunjukkan tingkat degradasi semakin meningkat dengan seiring berjalannya waktu disebabkan peningkatan jumlah penduduk dan peningkatan kebutuhan terhadap  tempat tinggal dan mata pencaharian dalam upaya pemenuhan kesejahteraan masyarakat tetapi belum mengetahui arti pentingnya ekosistem yeng seimbang yang berkaitan erat dengan suksesi ekologi.

Suksesi ekologi adalah konsep yang mendasar dalam ekologi, yang merujuk pada perubahan-perubahan berangkai dalam struktur dan komposisi suatu komunitas ekologi yang dapat diramalkan (Spencer et al., 2001). Suksesi dapat terinisiasi oleh terbentuknya formasi baru suatu habitat yang sebelumnya tidak dihuni oleh mahluk hidup ataupun oleh adanya gangguan terhadap komunitas hayati yang telah ada sebelumnya oleh kebakaran, badai, maupun penebangan hutan (del moral dan Bliss, 1993). Kasus yang pertama sering disebut juga sebagai suksesi primer, sedangkan kasus kedua disebut sebagai suksesi sekunder (Hartman dan McCarthy, 2008). Dengan demikian suksesi ekologi adalah suatu proses perubahan komponen-komponen spesies suatu komunitas selama selang waktu tertentu. Menyusul adanya sebuah gangguan, suatu ekosistem biasanya akan berkembang dari mulai tingkat organisasi sederhana (misalnya beberapa spesies dominan) hingga ke komunitas yang lebih kompleks (banyak spesies yang interdependen) selama beberapa generasi (Luken, 1990).

Untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi vegetasinya dilakukan survey pada titik pengamatan di lokasi Batu Busuk yang sudah mulai terbuka dengan berkurangnya penutup tajuk akibat pembukaan lahan baru menyebabkan perubahan iklim mikro dan komposisi serta struktur vegetasinya. Di titik pengamatan ditemukan  dominasi batuan yang hampir ada disetiap luas lahan yang ada, berdasarkan hasil diskusi hal merupakan akibat dari perpindahan jalur air yang tidak dapat diprediksi, dimana aliran air ini telah mengikis dan membawa partikel-partikel tanah ke hilir, sehingga batuan tanah terangkat dan mendominasi disana, ketika terjadi perpindahan aliran, maka kondisi lahan bekas aliran air tersebut di penuhi batuan dan kemudian berevolusi kembali ditumbuhi oleh berbagai jenis vegetasi.

            Permasalahannya adalah kurang ketatnya pengawasan pada saat terjadinya eksplooitasi hutan produksi tersebut, juga adanya konversi areal hhutan menjadi kepentingan lain seperti tempat pemukiman dan perkebunan kecil yang pengusahaannya tidak sesuai kaedah konservasi. Padahal hutan meninjau ulang kepentingan terhadap hutan sangat diperlukan, karena hutan dapat mengatur tata air dimana dialam diktat Dra. Yuli Pratiwi. M. Si menyatakan bahwa fungsi hutan dalam mengatur tata air meliputi 1) Peristiwa berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah atau permukaan air ke udara disebut penguapan atau evaporasi, peristiwa penguapan dari tanaman disebut transpirasi peristiwa keduanya secara bersama disebut evapotranspirasi, 2) Penguapan air pada tanah gundul mula mula cepat, sebab air yang menguap adalah yang terdapat dipermukaan tanah. Kecepatan penguapan air melalui permukaan tanah gundul relatif lebih sedikit dibandingkan dengan melalui tanah yang tidak gundul, tetapi apabila diatas tanah terdapat seresah, maka kecepatan penguapan lebih lambat, 3) Seresah yang terdapat di bawah pepohonan, memudahkan air masuk ke dalam tanah (mencegah banjir), jadi dalam hal ini hutan memperbesar daya penyimpanan air tanah.
           
            Hutan juga berperan dalam penyerap karbondioksida, 1)Karbondioksida yang terdapat diudara, dengan proses fotosintesis digunakan oleh tanaman untuk pertumbuhan, sehingga hutan dikatakan sebagai paru paru dunia. 2) Perlu diperlu dipertanyakan berapa persen hutan yang masih ada di negara yang telah maju. Mereka telah menggunakan hutannya untuk pembangunan dimasa yang telah silam. Disisi lain karbondioksida banyak berasal dari negara maju, ironisnya untuk menyerap karbondioksida ditugaskan bagi hutan negara yang sedang berkembang.

            Fungsi hutan lainnya adalah sebagai sumber plasma nuftah sangat penting, karena berbagai misteri kehidupan yang terdapat dalam hutan terlalu banyak yang belum diketahui, habitat satwa, penciptaan iklim mikro, bioindikator terjadinya hujan asam dan pencemaran udara yang lain, pencegah erosi dan banjir

            Dalam konteks analisis dampak  lingkungan, penelitian dampak  dilakukan karena adanya rencana aktivitas manusia dalam pembangunan. Dampak pembangunan menjadi masalah karena perubahan yang disebabkan  pembangunan selalu lebih luas dari pada yang menjadi sasaran  pembangunan yang direncanakan. Sebagai contoh jika petani menyemprot sawahnya dengan pestisida untuk memberantas hama wereng, yang mati bukan hanya wereng saja melainkan juga lebah madu yang terbang di udara, ikan dan katak yang ada di sawah. Matinya lebah, ikan dan katak secara umum disebut efek samping atau dampak. Secara umum dalam analisis dampak lingkungnan , dampak pembangunan diartikan sebagai perubahan yang tidak direncanakan yang diakibatkan oleh aktivitas pembangunan.
            Intensitas hujan yang tinggi di Batu Busuk ini membutuhkan kelestarian hutan sehingga daya serap air tinggi dan air selalu tersedia pada musim kemarau, karena saat ini daya serap air semakin menurun, dimana pada saat musim hujan air di aliran air sangat melimpah dan  terjadi kebanjiran, dan pada saat selesai hujan air menjadi sangat kecil dan pertikel-partikel tanah terangkut bersama aliran air, ditandai dengan keruhnya aliran air, yang di prediksi akibat pukulan air hujan yang langsung ketanah, karena berkurangnya tanaman.
            Rehabilitasi, merupakan pemulihan dari sebagian fungsi-fungsi ekosistem dan spesies asli, seperti memperbaiki hutan yang terdegradasi melalui penanaman, penyulaman dan pengkayaan jenis, seperti penanaman kayu mahoni, kayu manis, kayu yati, dan lain-lain.

















III.             KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
                  Dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa kepedulian terhadap ekologi tanah dan tanaman dapat mempertahankan kondisi ekosistim yang dapat menjaga keseimbangan alam dan memberi manfaat kepada kehidupan dan generasi selanjutnya. Karena sekarang ini perubahan ekosistem telah memberi dampak terhadap degredasi lahan akibat tidak adanya tindakan konservasi terhadap tata guna lahan yang sesuai dengan kaedah lingkungan.

B.     Saran
                 
                  Berdasarkan praktikum yang sudah dilakukan disarankan :
1.      Membuat survey tentang ketinggian tempat, lokasi berdasarkan alat pengukur seperti GPS, dll
2.      Mengetahui dan memahami langkah kerja praktikum.
3.      Menghitung jumlah populasi organisme dan mengambil data vegetasi dilahan praktikum.



Dokumentasi







                                              kondisi  aliran sungai                    
Beberapa vegetasi di Batu Bus u k






Beberapa tanaman budidaya